Rabu, 26 September 2012

'Surat Cinta untuk Mama'

 (Sedikit catatan harapan kecil untuk seorang Mamah)
oleh Fujiyarti
 
Mama.. Mamaku yang manja..
Ketahuilah, Aku anakmu sungguh teramat mencintaimu..
kehangatan wajahmu selalu terbayang dalam hati,
senyuman indahmu penyemangatku di kala gundah,
Engkaulah Bidadari dalam mimpiku, harapan dalam do'aku..

Mama.. Mamaku yang cantik..
Sungguh, Engkau selalu sempurna di mataku..
dambaan hatiku, Malaikatku..
Aku mencintaimu Ma..
mencintai meski tak setulus Mama mencintaiku..
Mendo'akan, walau air mata ini tak pernah sebanding dengan butiran air matamu saat mendo'akanku..

Mama.. Mamaku..
Mamaku yang selalu sayang padaku..
Mamaku yang tak henti-hentinya memanjakanku..
Mamaku yang dengan ikhlasnya mema'afkan semua kesalahanku..
sungguh.. tak kuasa hati ini menahan segala khilaf,
saat aku mengingat..
di kala Mama pernah menangis terluka oleh ucapanku,
saat alisku mengkerut, menuntut semua yang aku mau,
membantah apa yang menjadi nasihatmu..
dengan sabarnya engkau membujuku..
dengan tulusnya engkau penuhi semua keinginanku..
tak surut kasih sayangmu meski luka yang sering engkau dapatkan dariku..
ma'afkan aku ma.. ma'afkan aku..

Mama.. ingin rasanya aku berlari memelukmu..
mengecup keningmu, menghapus air matamu..
dan sungguh ku ingin kembali berbakti kepadamu..
meski aku tau itu tak cukup, takan pernah cukup..

Mama.. Mamaku segalanya..
Aku selalu berdo'a agar mama panjang umur..
agar mama bisa melihatku,
Menyaksikanku, saat ku penuhi semua harapan Mama..
Menuai apa yang menjadi buah do'a Mama untuku selama ini..
semoga Allah SWT selalu menjaga Mama, Menyayangi Mama seperti Mama sayang padaku.. Aaamiiin..

Terimakasih Mama..
sujud syukurku atas kehadiranmu pada Rabb-ku..
pintaku akan surga untukmu pada Rabb-ku..
Tak henti ku pinta Restumu..
Agar Allah SWT pun selalu Ridha padaku..
Semoga Allah SWT selalu mempersatukan kita dalam kebahagian Dunia dan Akhirat-Nya.. Aaamiiin..

~ L o v e  Y o u   M o m  :')

"ASA YANG TERTUNDA"

 (Sebuah curahan hati seorang Ibu dalam menemani putra-putrinya mengejar mimpinya)
oleh Imaz Nurhayati 
Malam ini aku merenung, terkadang aku tersenyum bahagia tapi tak sedikit air mataku menetes. Hati ini yang jadi saksi betapa beberapa hari aku menjalani kehidupan yang begitu teramat berat.

Kini saatnya anak-anak tahu kalo aku sangat menyayangi kalian, dan saat nya anak-anakku tahu hari-hari yang kulai hanya tercurah pada kalian semua. bukan untu apa-apa, hanya demi sebuah angan sederhana, harapan agar KALIAN semua  BISA SUKSES dan kembali pulang dengngan sebuah kebanggan untuk kota kecil ini.

Anak-anakku...
Cerita hati akan kuungkap malam ini, agar beban yang ada dan mengganjal bisa berkurang, dan kalian harus membiarkan aku meneteskan air mata, agar hatiku sedikit lega.

Anak-anakku siswa KPI..
Tanggal 17 mei 2011 adalah awal sejarah kegundahanku sebagai orang tua.  Aku serasa berada di dalam dua dunia.  Di mana keduanya bertentangan dan aku berusaha mempersatukan sehingga aku harus mampu menyimpan segala duka.

17 Mei 2011, hari itu aku mulai ditinggalkan oleh anak-anakku dengan meninggalkan senyum bahagia dan tawa ria.  Hampir 20 orang anakku meninggalkan aku dan menyambut kehidupan yang baru.  Aku pun melambai bahagia, karna mereka pergi untuk meraih impian.  Dalam hatiku berkata,  Firdha, Dzul, Riesta, Youhan, Arie, Astri, Rifa, Risda, Fira dan anak-anakku yang lainya yang telah Lulus SNMPTN Undangan ,SELAMAT JALAN SEMOGA KALIAN SUKSES ditempat yang baru.

Selepas hari itu, aku berusaha menyelimuti segala duka.  Ketika kutemui sebagian dari anak-anakku menangis dan bersedih. Aku sambut mereka dengan penuh senyuman.  Aku ajak mereka bicara dan aku katakan dengan penuh semangat: KALIAN TIDAK GAGAL masih banyak kesempatan, kalian harus TETAP SEMANGAT untuk CITA-CITA KALIAN.

Tanggal 29 Juni 2011 adalah hari-hari yang mendebarkan karena hari itu kedua kalinya aku merasakan hal yang sama seperti apa yang terjadi di tanggal 17 Mei silam. Aku bahagia melihat anak-anak ku yang menemukan kebahagiaannya di saat itu, aku salami mereka dan aku selalu berucap syukur terimakasih ya Allah. Saat itu pun sekitar 17 anakku meninggalkan aku dengan penuh tawa riang, dan wajah berseri2, aku bahagia.  Kembali akupun berkata SELAMAT JALAN Rozak,Virna, Agung, dan anak-anakku yang telah LULUS SNMPTN Tulis.

Sepeninggal mereka sedihku luar biasa karena aku masih memiliki anak-anakku yang wajah sedihnya, bahkan tetesan airmatanya selalu membayangi aku.  Aku tidak bisa berbuat banyak selain kata-kata AYO SEMANGAT ANAK-ANAKKU, kalian PASTI BISA.  Selain bayang-bayang itu aku selalu mendapatkan wajah orang tua yang tampak berharap cemas, terkadang aku selalu mengatakan padanya, INSYAALLAH saat nya BAHAGIA itu akan tiba.

Anak-anakku, kalian tidak pernah tahu jika perasaan ini sebenarnya rapuh.  Di sepanjang juli ini aku selalu tak kuasa membendung air mata dan ini tidak ada yang tahu selain dinding kamar ini yang menyaksikan bagaimana aku

Waktu berlalu, aku harus selalu tersenyum.  Aku tidak boleh sedih dan aku harus tetap semangat, dan mulai pertengahan juli, aku kembali ditinggalkan anak-anak ku dengan penuh senyum.  Sebagian anak-anak ku yang biasanya sedih dan murung kini sudah berubah menemukan kehidupannya menemukan impiannya, dan aku bersyukur karna SAAT nya bagi kalian telah TIBA.  Selamat jalan Mochi, Bella, Mai, Fitri, Neneng, Detri, Juli, Reza, Andhini, Ridho dan anak-anaku yang telah Sukses meraih impian. Semoga kalian menjadi yang Terbaik di tempat yang baru.  Dan aku selalu yakin kalo kalian pasti akan membawa harum nama kelurga, sekolah, dan temen-temen kalian. Tidak lupa untuk Alpiadi yang tak pernah mengeluh, yang hari-harinya selalu Semangat, selalu tersenyum. Selamat jalan nak, semoga sukses ditempat yang baru..

Anak-anakku sayang..
Malam ini aku tidak bisa menahan segala perasaan yang tersisa.  Aku tidak bisa membendung air mata dan aku berharap anakku dan anak-anakku yang belum mendapatkan  dan belum meraih impiannya sampai saat ini bisa Tawaqal, Ayolah Nak, tetap berusaha dan semangat. Perjuangan belum berakhir. Kesempatan masih tersedia untuk KALIAN.

Ya Allah, aku menyayangi anakku, dan aku tulus menyayanginya.  Mereka adalah anak-anakku yang baik. Berikanlah yang TERBAIK pula untuk dirinya, untuk cita-citanya untuk keluarganya. Aku sungguh menyayangi mereka yaa Allah, sayangilah mereka ya Allah. Berikanlah anugrah terindah untuk mereka dan berikanlah kebahagiaan buat mereka di kesempatan yang Masih TERSISA.  Hingga waktunya tiba kelak.  Mereka bisa pulang dengan kebanggan untuk Ibu dan Ayahnya, dan untuk kota kecil mereka Purwakarta. Amin Ya allah ya Robal allamin.

Untuk ANAK-ANAK KPI yang Telah LULUS di Semua Program dan jalur, SELAMAT dan SUKSES
serta buat ANAK-ANAK KPI yang masih menunggu, semoga kalian diberikan ANUGRAH yang TERINDAH...
I love you......I love you.....I love you so much.

Senin, 24 September 2012

“Teori dalam Penelitain Sosial"


oleh Alpiadi Prawiraningrat

Judul               : Social Research Method: Social Research Strategies
Pengarang       : Alan Bryman
Data Publikasi : Alan Bryman.  Social Research Method: Social Research Strategies.

Apa itu teori? Bagaimana hubungan antara penelitian sosial dan teori?  Bagimanakah penjelasan mengenai jenis-jenis teori dan penelitian? Pertanyaan itu menjadi pemicu kali ini.  Alan Bryman meenjelaskan pertanyaan di atas dalam bukunya Social Research Methods.
Menurut Alan Bryman, teori memiliki pengertian sebagai penjelasan terhadap pengamatan-pengamatan yang dilakukan secara sistematis.  Pengkategorian jenis-jenis teori (teori kritis, teori struktur, poststruktural dll.) sering disebut dengan theories of the middle range (dicetuskan oleh Merton) dan grand theories, yang mana berjalan dengan lebih abstrak dan level umum.
Middle range theories cenderung lebih fokus pada pengamatan empiris, berjalan pada domain terbatas. Seperti kejahatan, diskriminasi ras dan masalah lainnya. Sedangkan  grand theoris memberikan indikasi kepada peneliti bagaimana mereka dapat mempengaruhi kumpulan bukti empiris. Menurut Merton, bahwa Grand theories ini, terbatas penggunaannya hanya pada hubungan dengan penelitian sosial.
Beberapa penilitian dinilai sebagai naïve empiricism karena digunakan sebagai wadah ‘publikasi teori’. Beberapa penelitian diarahkan sebagai upaya meningkatkan penggunaan literatur. Literatur sendiri memiliki fungsi sebagai proxy bagi teori. Sehingga, dalam beberapa kondisi, teori bisa diperoleh secara tersurat atau tersirat pada literatur.  Dapat dipahami bahwa teori adalah sesuatu yang menjadi landasan dan berpengaruhi terhadap analisis data. Dengan kata lain, penelitian dilakukan sebagai upaya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh pertimbangan-pertimbangan teoritis.
Terdapat dua jenis teori yang menunjukkan hubungan antar teori dengan penelitian. Pertama, teori deduktif yang mewakili sudut pandang yang paling umum dari hubungan antara teori dengan penelitian sosial dan lebih cenderung kepada pendekatan kualitatif.  Kedua, teori induktif  yang memerlukan jumlah deduksi sedikit dan berhubungan dengan pendekatan kuantitatif.
Proses teori deduktif: Teori → hipotesis → pengumpulan data → penemuan → pemeriksaan dan peninjauan hipotesis → revisi teori.
Dijelaskan pula pada chapter ini posisi epistemologi dalam ilmu yaitu positivism  sehingga turut serta dalam aplikasi metode-metode tentang realitas sosial. Namun penempatan positivisme menimbulakan banyak perdebatan sehingga membuat posisi positivism ini lebih mengarah pada perhatian daripada praktek ilmiah.
Alan Bryman juga menjelaskan mengenai interpretism sebagai suatu istilah yang diberikan untuk menghubungkan epistemology dengan positivism. Istilah tersebut merupakan suatu pandangan para penulis yang mengkritik aplikasi model ilmiah pada kehidupan sosial. Studi-studi yang mempelajari ilmu sosial menuntut logika berbeda dari prosedur-prosedur penelitian yang dijalankan. Hal tersebut mempertegas bahwa bagaimana pertimbangan epistemologi berhubungan dengan praktek-praktek penelitian. Di mana teori dan penelitian dihubungkan oleh posisi positivis.
Berkaitan dengan ontologi, menurut Bryman objektivisme dan konstruktisvisme merupakan posisi pada pertimbangan ontologi. Objektivisme memandang fenomena sosial mengkonfrontasikan kita sebagai fakta eksternal di luar pengaruh dan kemampuan kita, sedangkan konstruktivisme memberikan penekanan bahwa kategori seperti organisasi mengkonfrontasi para pelaku sosial sebagai realita eksternal. Hubungannya dengan penelitian sosial bahwa ontologi sosial tidak dapat dipisahkan dari isu penelitian sosial. Asumsi ontologi membawa bagaimana pertanyaan penelitian diformulasikan dan dibawa kemana penelitian tersebut.
Pemilihan status penelitian kuantitatif atau kualitatif, menentukan bagaimana metode penelitian sosial.  Menurut beberapa penulis, kuantitatif dan kualitatif membawa pada dasar epistemologi. Penelitian sosial selalu dipengaruhi oleh banyak hal, yang paling mempengaruhi adalah nilai-nilai dan pertimbangan. Nilai merefleksikan kepercayaan dan perasaan yang muncul pada diri penulis saat membuat suatu penelitian tersebut. Sedangkan pertimbangan praktek merupakan suatu dorongan yang menentukan keputusan bagaimana penulis membawa penelitian sosialnya tersebut.

Daftar Pustaka
Bryman, Alan. Social Research Methods. (New York: Oxford University Press. 2004).

Minggu, 23 September 2012

"Saat kita Meninggalkan Putih Abu"


oleh Alpiadi Prawiraningrat

Sahabat saya pernah bercerita tentang indahnya kenangan persahabatan yang pernah dia alami.  Tentang sebuah hari, di mana mungkin adalah untuk terkahir kalinya dia bertemu dengan sahabatnya. Sebelum akhirnya pergi jauh untuk mengejar mimpi yang ia cita-citakan.

Saat ketika canda, tawa, sedih dan senyum membaur menjadi satu. Di tengah kerinduan yang mereka rasakan setelah cukup lama tidak bertemu. Karena masing-masing harus mengejar mimpi yang harus mereka wujudkan.

Sahabat sayapun bercerita:
Saya pernah menjalani banyak hari yang begitu indah dan menyenangkan bersama sahabat yang amat saya cintai. Saat di mana kami saling bercerita dan saling berbagi kisah dan kecerian indahnya masa remaja. Seolah merasa kami  yang terhebat. Merasa kamilah pemilik kebahagiaan dunia ini sesungguhnya.

Masih terlintas dalam benak, tatkala hari yang cukup berat yang harus saya hadapi. Ketika saya harus dengan rela menyambut masa depan dan meninggalkan seragam putih abu yang sekian lama memberikan kenangan.

Tapi inilah aturan tuhan, ada kalanya kami saling bertemu dan adakalanya pula perpisahanlah yang akhirnya menutup sebuah indahnya kisah persahabatan.  Hingga akhirnya hari itupun terulang.
Tidak seperti hari biasanya yang pernah kita lewati. Tapi saat di mana untuk kesekian kalinya perpisahanlah yang menjadi akhir dari sebuah perjalanan hidup.

Sahabat, masih jelas tergambar dalam pikiran ini. ketika kita tertawa bahagia karena saling mencela satu sama lain. Tentang sebuah kota yang akan kita tuju nanti, yang apakah mungkin dapat menggantikan kenangan di kota yang telah memrtemukan kita.

Masih sangat jelas teringat, ketika di antara kita bercerita tentang kenangan perih dimasa silamnya yang membuatnya merasa kehilangan sebuah kasih sayang dari orang yang amat dia cintai. Namun. bersama kitalah dia merasa kembali menemukan kasih sayang itu.

Maka tidak akan pernah terlupakan dan akan selalu teringat sempurna, sebuah cerita kenangan tatkala salah satu teman kita akhirnya mendapatkan apa yang menjadi mimpinya, cerita saat kita merasa bangga akan tempat yang kelak akan menjadi sebuah tangga untuk menggapai cita-cita kita dan sebuah janji yang terucap " SAHABAT SAMPAI MATI UNTUK SELAMANYA "

Memang pada hari itu semuanya tampak bahagia, tertawa dan sangat begitu dekat diantara satu dan lainya.
namun di balik itu semua, saya membaca apa yang tergambar pada raut wajah kalian sahabat. Sebuah keraguan dan sebuah kekhawatiran.Aapakah saya akan mendapatkan sahabat seperti kalian diluar sana? sahabat yang selalu menemani saya dalam suka dan duka. Sahabat yang selalu memberi semangat tatkala saya merasa lemah dan sendiri.  Sahabat yang menjadi pelindung terbaik saya. Sahabat yang selalu mengingatkan saya, bahkan sahabat yang mengajari saya akan peliknya permasalahan cinta yang pernah dialami.

Jawabanya memanglah cukup sulit. Namun tidak ada yang mustahil dalam hidup ini. Yakinlah tuhan sudah menyiapkan rencana yang begitu sempurna untuk kita dan ini adalah pertanggungjawaban terhadap mimpi yang telah kita pilih.

Meskipun hari itu cukup berat bagi kita sahabat. Namun, kita harus percaya. Bahwa tuhan telah mempersiapkan rencana terindah dan maha sempurna yang harus siap kita jalani.

Janganlah bersedih sahabat, tidak peduli apa warna alamamter universitasmu kini.  Tidak psduli di mana akhirnya kau tinggal saat ini. Meski  Jakarta, Depok, Bandung atau bahkan di ujung dunia sekalipun tempat yang kelak kau tuju.  Jangan pernah lupakan kota yang pernah pertemukan kita, Purwakarta, tempat yang kelak akan kita rindukan.

Seamangat sahabat, jadi apapun dan siapapun kau  kelak.  Kau tetaplah sahabat saya, seseorang yang selalu menyenangkan.

"Karena Dia adalah Ibu"

oleh Alpiadi Prawiraningrat

Sahabat saya pernah bercerita tentang sebuah kegundahan hatinya karena cobaan yang terkesan tiada berujung. Tentang sebuah kesedihan yang selalu dia rasakan. Namun, seseorang selalu ada untuknya. Selalu hadir dalam setiap langkah dalam dirinya untuk menggapai sebuah kebanggan.

Beginialah sahabat saya menceritakan:
Saya pernah mengalami suatu peristiwa yang teramat berat untuk saya hadapi dalam usaha mengejar mimpi. Di mana saya selalu merasa gagal dan merasa bahwa semua usaha yang pernah saya lakukan untuk mengejar harapan terkesan sia-sia.

Berulang kali saya mencoba bangkit dan berulang kali juga saya terjatuh. Terasa melelahkan dan menyakitkan memang. Namun, demi cita-cita yang saya miliki saya harus kuat dan siap melakukan apa saja.
Apa saja akan saya lakukan agar semua harapan saya dapat terwujud dan saya mampu membahagiakan orang yang teramat saya cintai.

Setiap malam saya merenung. Tak jarang air mata pun menetes di atas pipi tanpa saya ketahui sebabnya. Mungkin karena saya terlalu rindu pada teman saya atau mungkin saya merasa lelah dalam menjalani tangtangan hidup yang Tuhan berikan.

Terkadang saya selalu merasa sendirian. Tatakala saya terjatuh dalam sebuah kegagalan.  Merasa tidak memiliki teman dan merasa tak satupun orang peduli akan kesedihan yang saya alami.

Tapi semua itu hanyalah alasan terhadap kesedihan tersebut, karena saya telah salah dalam menilai keadaan disekitar saya. Karena sesungguhnya ada seseorang yang selalu memperhatikan. Seseorang yang menerima saya apa adanya dan selalu mengingat saya dalam setiap hela nafasnya. Meskipun terkadang orang itu selalu saya lupakan. Terutama tatkala saya sedang berjuang dan bekerja keras untuk mengejar mimpi yang saya dambakan.

Orang itu adalah ibu saya.
Seseorang yang tidak pernah menuntut apapun terhadap diri saya. Seseorang yang selalu ada dan menjadi yang pertama mengulurkan tangan dan pelukan kasih sayang tatkala saya terjatuh dalam kegagalan.

Masih teringat dalam kenangan saya.
Ketika untuk sekian kalinya saya kembali terjatuh dalam lembah kegagalan.
ibu pernah berkata : "Ibu tidak pernah menuntut apapun terhadap masa depan mu kelak nak. Ibu tidak pernah meminta dirimu untuk melakukan suatu hal dibatas kemampuanmu. Ibu juga tidak peduli jadi apapun atau siapaun dirimu kelak dimasa depan. Karena jadi siapapun atau apapun kau tetaplah anak ibu. Yang ibu pinta hanyalah satu, agar kau selalu melakukan yang terbaik. Bukan untuk ibu tapi untuk dirimu sendiri. Walaupun akhirnya kau tidak pernah menjadi nomor satu atau bahkan selalu membuatmu terjatuh dalam kegagalan. Bagi ibu itu saja sudah sangat lebih dari cukup untuk membuatmu ibu bahagia. Karena ibu ikhlas menyayangi dan menerima dirimu apa adanya, walaupun terkadang kau sering melupakannya."


Mungkin saya selalu melupakan ibu dalam langakah saya mengejar mimpi. Mungkin sampai saat ini saya belum bisa memberikan yang terbaik untuk ibu. Belum bisa membanggakan ibu  dan belum bisa membuat ibu tersenyum bangga atas keberhasilan saya.

Namun, Saya berjanji, saya akan selalu melakukan yang terbaik dalam hidup ini. Bukan untuk siapa-siapa. Tapi untuk diri saya. Karena dengan itu saya yakin ibu akan sangat bahagia dan bangga terhadap saya. Selebihnya  izinkan saya membalas kasih sayangmu, walaupun saya tahu kasih sayang ibu tidak akan dapat terbalas. Bahkan oleh kekayaan alam semseta ini sekalipun. Setidaknya hanya untuk membuatmu tersenyum bangga kepada saya.

Sahabat, meskipun terkadang kita selalu jatuh dalam kegagalan dan selalu melakukan kesalahan. Setidaknya Kita telah melakukan yang terbaik dalam kehidupan kita. Bukan untuk siapa-siapa. Tapi untuk diri kita sendiri, karena dengan begitu ibu akan sangat bahgaia dan bangga pada kita. Insyaallah..

"Ketika Tuhan Sedikit Merubah Mimpi Kita"

oleh Alpiadi Prawiraningrat


Seorang shabat pernah bercerita :
Saya pernah merasakan bagaimana rasanya sakit hati ketika semua rencana, angan, harapan, bahakan cita-cita yang telah saya susun dan gambar dengan begitu rapih tiba-tiba berubah dan berantakan serta tidak sesuai dengan apa yang saya lukiskan.

Jujur saat itu saya merasa sakit hati, bahkan sangat teramat kecewa kepada kuasa tuhan. Menyalahkan setiap keadaan, merasa tuhan tidak adil, merasa tuhan sangat tega melakukan dan memberikan cobaan yang begitu berat  kepada saya.

Manusiawi kah?? 
ya, saya rasa itu manusiawi dan tidak salah kita merasa kesal, sedih bahakan merasa perlakuan tuhan tidak adil.  Karena pada saat itu saya tidak tahu dan tidak memahami apa maksud dan tujuan tuhan melakukan itu kepada saya.

Dan waktupun terus berlalu. Berulang kali saya jatuh pada lubang dan kesalahan yang sama.
Masih menyalahkan kah? Masih merasa tidak adilkah? iya, rasa itu masih berkecamuk dalam pikiran dan benak saya.  Rasa yang terus menghantui dan menemani langkah hidup saya dalam mengejar mimpi yang kelak akan saya banggakan. 

Sampai akhirnya pada suatu hari, Tuhan berkehendak lain. Sebuah mimpi yang pernah saya dambakan dia hadiahkan untuk saya. Rasa senang dan gembira adalah hal yang selalu menemani hari hari saya. Serasa semua kebahagian di dunia hanya milik saya dan mersa akhirnya usaha saya selama ini membuahkan hasil. 

Dan setelah kejadian itu sayapun menyadari, Tuhan tidak pernah berniat  menghancurkan bahkan mengacak-acak mimpi, harapan dan sketsa mimpi saya sebelumnya.  Dia teramat sangat sayang kepada saya. Sehingga dengan ikhlas dan kasih sayangnya, Tuhan berusaha sedikit memperbaiki dan menambah hiasan dalam lukisan mimpi saya. Dan saya baru memahami apa maksud Tuhan melakukan itu semua. Dia hanya ingin tatkala lukisan mimpi saya selesai semuanya tampak indah dan sempurna, dan saya sangat puas akan lukisan mimpi yang telah tuhan ubah untuk saya, untuk hambanya yang sangat dia kasihi.

Sahabat, jangan pernah merasa semua ini tidak adil, karena semua itu ada waktunya.  Kita hanya bisa menunggu dan menemani Tuhan dalam memperbaiki mimpi kita.  Yakinlah apapun yang Tuhan gambarkan untuk kita adalah yang terbaik dan pantas untuk kita dapatkan.

Semangat sahabat, masih banyak jalan untuk mencapai negara harapan perwujudan cita-cita kita jangan menyerah..bisa..bisa..bisa..

Sabtu, 22 September 2012

"Perjuangan Ini untuk Kotaku Purwakarta"


oleh Alpiadi Prawiraningrat
Purwakarta adalah kota yang teramat saya banggakan. Terletak di antara dua kota besar Indonesia yaitu Bandung dan Jakarta tidak berarti menjadikan kota ini terkenal keberadaannya. 
Menjadi salah satu bagian dari kota Purwakrta adalah kehormatan bagi diri saya.  Karena terlahir di kota yang syarat akan kebudayaan Sunda merupakan keistimewaan dan kebanggaan tersendiri dan suatu kewajiban bagi saya selaku generasi mudanya untuk membanggakan kota ini kelak.
Saat ini saya adalah mahasiswa tahun kedua Universitas Indonesia.  Perjuangan untuk menjadi bagian dari universitas tersebut tidaklah mudah.  Ketatnya persaingan membuat saya harus berjuang keras agar dapat diterima menjadi mahasiswa Universitas Indonesia.  Mulai dari belajar dengan giat serta mempersiapkan mental untuk dapat bersaing dengan generasi-genrasi muda terbaik bangsa, merupakan bumbu perjuangan yang harus saya rasakan untuk mewujudkan mimpi yang teramat saya dambakan.
Menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Indonesia adalah kebanggan luar biasa.  Tidak hanya bagi pribadi, tapi juga keluraga, teman-teman dan masyarakat dari mana saya berasal.  Maklum saja, dari daerah saya sangat sedikit sekali yang dapat masuk Universitas Indonesia. Sehingga banyak harapan agar kelak kami yang berhasil masuk Universitas Indonesia dapat membawa nama baik dan menjadi kebanggan.
Mungkin bagi sebagian dari teman-teman, menuntut ilmu di perguruan tinggi adalah langkah untuk mencapai gelar tertentu sehingga dapat bekerja di perusahaan atau intansi bergengsi dengan gaji yang besar.  Atau sebaliknya, di antara teman-teman beranggapan bahwa menjadi mahasiswa adalah saatnya untuk bebas karena jauh dari orang tua.  Atau bahkan di antara teman-teman ada yang terpaksa hanya karena tuntutan orang tua atau pihak tertentu saja.  Hal itu tidaklah salah, karena setiap orang memiliki paradigma dan tujuan masing masing sesuai dengan kehendak yang diinginnkannya. 
Tapi bagi saya menuntut ilmu dan menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Indonesia bukanlah sebuah cita-cita pribadi semata.  Banyak harapan yang dititipkan pada pundak ini agar kelak ketika waktunya tiba.  Saya dapat memberikan sumbangsih untuk membangun kota Purwakarta menjadi lebih baik. 
Oleh sebab itu, suatu kewajiban yang teramat penting bagi diri saya untuk benar-benar serius dalam menuntut ilmu di salah satu universitas terbaik di negeri ini.  Keinginan yang kuat untuk pulang dengan menjadi seseorang yang dibanggakan dan memberikan manfaat luar biasa kepada masyarakat di kota saya dari ilmu yang telah saya peroleh selama perkuliahan adalah harapan terbesar yang ingin saya wujudkan. 
Karenanya, meskipun banyak tantangan yang syarat untuk dihadapi selama perkuliahan karena harus berletih lelah, menghabiskan masa muda dengan belajar dan bekerja keras, meninggalkan orang-orang yang saya kasihi untuk belajar hidup mandiri dengan jauh dari orang tua sehingga terkadang raga dan batin ini berkeluh kesah tapi suatu saat nanti perjuangan yang saya lakukan ini akan membuat saya bangga.
Saya yakin perjuangan yang saya lakukan selama ini akan mencapai suatu kebanggaan yang luar biasa pada waktunya.  Karena perjuangan ini tidak hanya untuk mewujudkan cita-cita saya pribadi, tidak hanya untuk membanggakan dan membahagiakan ibu dan ayah serta keluarga yang saya sayangi.  Tapi juga untuk kota saya cintai, kota yang teramat saya banggakan, kota yang telah memberikan banyak teman-teman terbaik selama hidup saya, kota yang selama ini begitu ikhlas menerima saya sebagai generasi mudanya, kota yang selama ini telah ikhlas memberikan banyak pelajaran bagi diri saya, kota yang selalu memberikan saya inspirasi dan semangat untuk mengejar mimpi, kota yang kelak akan saya banggakan, kota itu adalah Purwakarta.